Saturday, August 14, 2010
Cara-cara berinvestasi dengan benar
Friday, December 11, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 11 Desember 2009
Saham Wika Menuju Rp 400
SAHAM PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dikabarkan bakal diburu oleh sejumlah broker hingga harganya mencapai level Rp 400 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, kabar perseroan menggandeng perusahaan di Asia untuk mengerjakan sejumlah proyek konstruksi dan infrastruktur milik Pertamina akan menjadi momentum kenaikan harga WIKA. Selain itu, kata dia, ekspansi usaha perseroan dengan mengikuti sejumlah tender di Timur Tengah juga bakal berdampak positif. Pada perdagangan kemarin, WIKA ditutup menguat Rp 5 (1,5%) ke posisi Rp 325.
Cermati Saham Polysindo
HARGA saham PT Polysindo Eka Perkasa Tbk (POLY) berpeluang mencapai level Rp 200 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, ada bandar yang akan mengangkat POLY, seiring konversi utang perseroan menjadi saham akhir tahun ini. Selain itu, kata dia, perseroan juga disebut-sebut bakal mendapat dana segar dari investor di Eropa dan bank lokal guna menopang ekspansi usaha. Pada perdagangan kemarin, POLY ditutup melonjak Rp 36 (34,6%) ke level Rp 140. (jau)
Thursday, December 10, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 10 Desember 2009
Asing Minati Saham MNC
HARGA saham PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) berpotensi menguat menuju level Rp 300 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, pemegang saham perseroan dari Singapura akan menambah kepemilikannya dengan membeli MNCN di pasar. Pasalnya, perusahaan asing tersebut tertarik rencana perseroan yang dikabarkan bakal mengakuisisi TV asing. Selain itu, rencana buyback saham juga bakal memicu kenaikan harga MNCN. Pada perdagangan kemarin, MNCN ditutup naik Rp 5 (2,44%) ke posisi Rp 210.
Cermati Saham Davomas
SEBUAH perusahaan investasi asing disebut-sebut siap menjadi pembeli siaga (standby buyer) dari rencana penerbitan obligasi PT Davomas Abadi Tbk (DAVO). Bahkan, kata sumber Investor Daily, pemegang saham pengendali bakal mengucurkan dana untuk merestrukturisasi utang perseroan. Kabar tersebut, menurut dia, akan dijadikan momentum untuk mengangkat harga DAVO menuju level Rp 75-80 dalam waktu dekat. Pada perdagangan kemarin, DAVO ditutup terkoreksi Rp 9 (12,3%) ke level Rp 64. (jau)
Monday, December 7, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 7 Desember 2009
Tirta Mahakam Ekspansi Batubara
HARGA saham PT Tirta Mahakam Resources Tbk (TIRT) dikabarkan bakal diangkat menembus level Rp 100 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, rencana ekspansi perseroan dengan mengakuisisi kembali perusahaan tambang batubara di Kalsel akan dijadikan momentum kenaikan harga TIRT. Perseroan juga disebut-sebut mendapat injeksi dana berupa pinjaman modal kerja dari bank dan investor. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, TIRT menguat Rp 21 (35,6%) ke posisi Rp 80.
Saham Mas Murni Menuju Rp 75
HARGA saham PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) berpeluang menuju level Rp 75 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, sejumlah broker akan memanfaatkan rencana perseroan menambah pencatatan saham (prelisting) atas obligasi konversinya. Selain itu, kata dia, adanya kabar tentang pengerjaan proyek baru di Surabaya bakal turut menjadi sentimen positif. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, MAMI naik Rp 3 (5,7%) ke level Rp 55. (jau)
Tuesday, December 1, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 1 Desember 2009
Cermati Saham Barito
HARGA saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) berpeluang menuju level Rp 1.500-1.700 dalam waktu dekat. Sumber Investor Daily mengungkapkan, keberhasilan Prajogo Pangestu membeli PT Transpasific Railway Infrastructure akan menjadi momentum kenaikan harga BRPT. Sebab, Barito disebut-sebut oleh pelaku pasar menjajaki merger dengan Transpasific, perusahaan pengangkut batubara. Pada perdagangan kemarin, BRPT ditutup terkoreksi Rp 10 (0,7%) ke level Rp 1.280. (jau)
India Power Incar Dayaindo
HARGA saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) berpotensi menuju level Rp 150 dalam jangka pendek. Menurut sumber Investor Daily, adanya kabar bahwa India's National Thermal Power Corp yang berniat menjadi pemegang saham perseroan bakal menjadi momentum penguatan harga KARK. Pada perdagangan kemarin, KARK ditutup melemah Rp 1 (0,8%) ke posisi Rp 112. (jau)
Monday, November 30, 2009
RUMOR PASAR & REKOMENDASI SAHAM INVESTOR DAILY 30 November 2009
AKR Jajaki Akuisisi
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dikabarkan menjajaki akuisisi dua perusahaan tambang batubara di Kalimantan. Selain itu, kata sumber Investor Daily, perseroan disebut-sebut mendapat proyek baru dari PT Pertamina sebagai distributor bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Terkait itu, kata dia, harga AKRA berpotensi menuju Rp 1.500-1.600 dalam jangka pendek maupun menengah. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, AKRA melemah Rp 30 (2,54%) ke posisi Rp 1.150.
Cermati Saham Alam Sutera
HARGA saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berpeluang mencapai level Rp 150 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, salah satu perusahaan asing akan mengeksekusi waran perseroan. Selain itu, adanya kabar kerja sama dengan perusahaan properti dari Prancis juga bakal mendorong penguatan harga ASRI. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, ASRI terkoreksi Rp 2 (1,9%) ke level Rp 103. (jau)
Trimegah Securities
Reaksi negatif atas rencana rights issue dari Grup Bakrie, aksi ambil untung dari saham berkapitalisasi besar, seperti ASII dan TLKM, serta koreksi tajam di bursa Asia menyebabkan IHSG turun menembus level support di level 2.450. Kami memperkirakan pasar hari ini akan bergerak dalam daerah negatif dengan kisaran di 2.356-2.424.
Kresna Graha Securindo
Pada perdagangan lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) turun cukup dalam dan menembus titik support di level 2.423, sehingga penurunan indeks kemungkinan masih bisa berlanjut dengan target support baru di 2.364. Posisi indeks yang berada di pertengahan dari bollinger band serta pergerakan MACD yang terus menurun menjadi 7,6 akan menjadi faktor pendukung berlanjutnya koreksi indeks. Trading range untuk hari ini berada antara level 2.367-2.442.
Paramitra Alfa Sekuritas
Hari ini, IHSG diperkirakan turun karena adanya penyesuaian dari pelemahan bursa global. Penyesuaian itu terutama akibat imbas dari masalah utang Dubai World. Namun, investor dapat memanfaatkan situasi ini dengan mengoleksi saham-saham big cap, seperti TLKM, ISAT, JSMR, BBRI, PGAS, BMRI, ISAT, dan UNVR.
Tuesday, November 24, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 24 November 2009
Bukit Darmo Menuju Rp 150
HARGA saham PT Bukit Darmo Property Tbk (BKDP) disebut-sebut bakal dikerek menuju level Rp 150 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, rencana perseroan membeli kembali (buyback) saham akan menjadi momentum kenaikan harga BKDP. Selain itu, kata dia, adanya kabar bahwa perseroan bakal menggarap proyek di dekat Jembatan Suramadu, Surabaya juga akan mendatangkan sentimen positif. Pada perdagangan kemarin, BKDP ditutup menguat Rp 14 (14,1%) ke posisi Rp 113.
Tunas Lampung Akuisisi Sawit
PT TUNAS Baru Lampung Tbk (TBLA) dikabarkan bakal mengakuisisi perkebunan kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan. Menurut sumber Investor Daily, sejumlah institusi keuangan siap menggelontorkan dana segar untuk menyukseskan akuisisi tersebut. Terkait itu, kata dia, ada pihak-pihak tertentu yang akan mengangkat harga TBLA dalam waktu dekat. Harga TBLA berpotensi menuju level Rp 500. Pada perdagangan kemarin, TBLA ditutup stagnan di level Rp 335. (jau)
Monday, November 23, 2009
REKOMENDASI & RUMOR SAHAM INVESTOR DAILY 23 November 2009
Ciputra Development Menuju Rp 650
HARGA saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp 650 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, sejumlah broker telah mendapat pesanan dari pihak-pihak tertentu untuk mengerek harga CTRA, seiring batas akhir waran perseroan dalam waktu dekat.
Asing Minati Saham Humpuss
SEJUMLAH perusahaan asing dikabarkan berminat membeli 6,63% saham simpanan (treasury stock) PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Bahkan, kata sumber Investor Daily, ada salah satu perusahaan BUMN yang juga disebut-sebut tertarik membeli saham perseroan. Harga HITS berpeluang mencapai level Rp 600-700, karena perseroan bakal mendapat dana segar untuk ekspansi dan penambahan armada baru. (jau)
Trimegah Securities
Berita penambahan kepemilikan Bumi Resources Tbk (BUMI) di Multi Capital mampu menjadi penopang IHSG pada perdagangan Jumat pekan lalu di tengah sepinya sentimen domestik dan regional yang berada pada teritori negatif. Selama berada di atas resistance tren turun jangka menengahnya, IHSG berpotensi menguji kembali level tertinggi tahun ini. Namun, untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi pada kisaran 2.450-2.506
Kresna Graha Sekurindo
IHSG berpeluang melanjutkan kenaikan setelah berhasil menembus titik resistance 2.480 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Posisi indikator MACD sudah berada di daerah positif, yakni 11,0 dan RSI berada di titik tengah 60,3, sehingga akan menjadi faktor pendukung kenaikan IHSG. Hari ini, indeks diperkirakan bergerak pada kisaran 2.467-2.498. Saham yang direkomendasikan antara lain BUMI, PGAS, dan JSMR.
Friday, November 20, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 20 November 2009
Tri Polyta Jajaki Stock Split
HARGA saham PT Tri Polyta Indonesia Tbk (TPIA) berpotensi naik menuju level Rp 3.500-4.000 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, perseroan disebut-sebut oleh pelaku pasar sedang menjajaki pemecahan nilai saham (stock split) dan bagi dividen sekitar Rp 150 per saham. Pasalnya, kata dia, laba perusahaan melonjak 185%. Pada perdagangan kemarin, TPIA ditutup menguat Rp 425 (17,17%) ke posisi Rp 2.900. (jau)
Cermati Saham Mitra Rajasa (MIRA)
HARGA saham PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp 500 dalam waktu dekat. Menurut sumber Investor Daily, perolehan kontrak baru senilai Rp 1,3 triliun oleh PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), anak usaha perseroan, akan menjadi momentum kenaikan harga MIRA. Selain itu, kata dia, adanya kabar BAHWA perseroan mendapatkan pinjaman bank untuk mengakuisisi perusahaan makanan juga bakal berdampak positif. Pada perdagangan kemarin, MIRA ditutup naik Rp 10 (2,7%) ke posisi Rp 380. (jau)
Thursday, November 19, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 19 November 2009
Dayaindo Menuju Rp 150
HARGA saham PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp 150 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, ekspor batubara perseroan ke Tiongkok akan menjadi momentum kenaikan harga KARK.
Cermati Saham Eterindo
PT ETERINDO Wahanatama Tbk (ETWA) disebut-sebut oleh pelaku pasar menjadi salah satu anggota konsorsium untuk mengakuisisi PT Domba Mas Agro Inti Prima, produsen oleokimia di Tanah Air. Menurut sumber Investor Daily, perseroan dikabarkan mendapat suntikan dana dari sindikasi bank asing. Harga ETWA berpeluang mencapai kisaran Rp 250-300. (jau)
Tuesday, November 3, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY, 2 November 2009
Cermati Saham Truba
SEJUMLAH konsorsium broker dikabarkan tengah mengakumulasi saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). Menurut sumber Investor Daily, adanya kabar bahwa perusahaan energi dari India dan Malaysia yang ingin masuk ke beberapa proyek pembangkit listrik perseroan, menjadi momentum kenaikan harga TRUB ke level Rp 150-160. Belum lama ini, perseroan telah merampungkan roadshow ke sejumlah negara di Eropa dan Asia. Sementara itu, pada penutupan perdagangan pekan lalu, TRUB naik Rp 1 (0,8%) ke posisi Rp 126.
Alam Sutera Berpeluang Rp 150
HARGA saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berpeluang mencapai level Rp 150 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, pembukaan akses jalan tol di kawasan properti milik perseroan menjadi momentum untuk mengerek harga ASRI. Selain itu, kata dia, adanya kabar kerja sama dengan perusahaan properti dari Prancis juga bakal mendorong penguatan harga ASRI. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, ASRI naik Rp 7 (6,86%) ke level Rp 109.
BSD-Duta Pertiwi Jajaki Merger
HARGA saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sedang diburu oleh konsorsium broker, sehingga harga BSDE berpeluang menembus level Rp 1.000 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, perseroan disebut-sebut sedang menjajaki merger dengan PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI). Selain itu, kata dia, masuknya BSDE dalam daftar saham LQ45 juga bakal berdampak positif, karena bakal menjadi incaran investor asing. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, BSDE menguat Rp 40 (5,71%) ke posisi Rp 740. (jau)
Monday, October 19, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 19 Oktober 2009
Pyridam Farma Ekspansi
PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) sedang diburu oleh sejumlah broker, seiring ekspansi perseroan meluncurkan sejumlah produk baru dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Selain itu, menurut sumber Investor Daily, adanya kabar perseroan akan akuisisi perusahaan farmasi lokal bisa menjadi momentum untuk menaikkan harga saham PYFA menuju level Rp 150-160. Pada perdagangan akhir pekan lalu, saham PYFA ditutup naik Rp 18 menjadi Rp 125.
Cermati Saham Citatah
Harga saham PT Citatah Industri Marmer Tbk (CTTH) dikabarkan bakal naik menuju Rp 100 per saham dalam waktu dekat. Sumber Investor Daily mengatakan, perseroan sedang kebanjiran pesanan dari Tiongkok, Korea, dan AS. Proyeksi lonjakan laba bersih tahun ini sebesar 600% juga dimanfaatkan pemodal untuk mengerek harga saham perseroan. Pada penutupan perdagangan saham kemarin, saham CTTH menguat Rp 3 (4,28%) menjadi Rp 73. (epa)
Tuesday, October 13, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 13 Oktober 2009
Cermati Saham Mobile-8
HARGA saham PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) dikabarkan bakal diangkat lagi dalam jangka pendek, seiring negosiasi penjualan saham perseroan kepada PT Sinar Mas Telecom (Smart). Harga FREN berpotensi mencapai level Rp 75 dalam waktu dekat. Selain itu, kata sumber Investor Daily, konversi utang obligasi senilai Rp 675 miliar dengan 30% saham pada harga Rp 65 per unit juga berdampak positif bagi perseroan. Pada perdagangan kemarin, FREN ditutup naik Rp 3 (5,5%) ke posisi Rp 57.
Perusahaan Investasi Minati Pudjiadi
HARGA saham PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) berpotensi menuju level Rp 500 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, ada perusahaan investasi yang berniat masuk sebagai pemegang saham perseroan. Sebelumnya, perusahaan itu pernah menggeluti bisnis perhotelan.
Menurut dia, harga saham Pudjiadi di lantai bursa saat ini di bawah harga buku, sedangkan aset perseroan cukup besar seperti hotel, apartemen, dan kondominium. Pekan lalu, harga PUDP pernah tembus di level Rp 470. Pada perdagangan kemarin, PUDP ditutup menguat Rp 35 (12,5%) ke level Rp 315. (jau)
Monday, October 5, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 5 Oktober 2009
Asing Minati Asiaplast
HARGA saham PT Asiaplast Industries Tbk (APLI) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp 100 dalam jangka pendek maupun menengah. Menurut sumber Investor Daily, ada institusi asing yang tertarik bekerjasama dengan perseroan terkait ekspansi usaha ke mancanegara. Selain itu, kata dia, pembangunan pabrik baru untuk meningkatkan penjualan produk plastik juga menjadi momentum kenaikan harga APLI. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, APLI menguat Rp 11 (18,64%) ke posisi Rp 70.
Mas Murni Jadi Target Akuisisi
PEMEGANG saham PT Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI) disebut-sebut tengah bernegosiasi dengan perusahaan properti asal Malaysia yang tertarik membeli saham perseroan. Sumber Investor Daily mengungkapkan, harga MAMI berpeluang mencapai level Rp 80-90 seiring kabar tersebut. Selain itu, kata dia, agresifnya Mas Murni mengakuisisi sejumlah properti seperti Hotel Grand Kemang dan Adityawarman Building juga bakal berdampak positif. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, MAMI naik Rp 3 (5,2%) ke level Rp 60. (jau)
Monday, September 28, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 28 September 2009
Cermati Saham Truba
SEJUMLAH konsorsium broker tengah mengoleksi saham PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB). Kabarnya, kata sumber Investor Daily, harga TRUB bakal dikerek ke kisaran Rp 200-250 dalam jangka pendek. Perseroan segera mendapatkan dana segar dari Lanco Infratech Ltd. Salah satu perusahaan infrastruktur terbesar di India itu sedang memfinalisasi pembelian tambang batubara milik perseroan senilai Rp 900 miliar. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, TRUB terkoreksi Rp 1 (0,59%) ke posisi Rp 168.
Asing Minati Gozco
HARGA saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) berpeluang naik menuju level Rp 270-280 dalam jangka pendek maupun menengah. Sumber Investor Daily mengungkapkan, ada investor asing yang siap mengucurkan dana ke perseroan untuk menopang akuisisi perkebunan kelapa sawit. Investor tersebut dikabarkan bakal menjadi mitra strategis. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, GZCO naik Rp 5 (2,44%) ke level Rp 210. (jau)
Friday, September 25, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 25 September 2009
Sumalindo Tuntaskan Restrukturisasi Utang
PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk (SULI) dikabarkan segera menuntaskan restrukturisasi utang. Menurut sumber Investor Daily, isu itu akan dijadikan momentum kenaikan harga SULI ke level Rp 700 dalam jangka pendek. Selain itu, kata dia, rencana akuisisi HPH di Kalimantan seluas 70-80 ribu hektare (ha) juga bakal memicu penguatan harga saham. Pada perdagangan kemarin, SULI ditutup terkoreksi Rp 30 (5,08%) ke posisi Rp 560.
Cermati Saham ATPK
HARGA saham PT ATPK Resources Tbk (ATPK) berpeluang menuju level Rp 350-400 dalam jangka pendek maupun menengah. Sumber Investor Daily mengungkapkan, perseroan disebut-sebut oleh pelaku pasar sedang menjajaki rights issue dengan harga Rp 500 per saham. Kabarnya, kata dia, ada pembeli siaga dari luar negeri. Selain itu, pengembangan bisnis batubara juga bakal menjadi momentum kenaikan harga ATPK. Pada perdagangan kemarin, ATPK ditutup menguat Rp 10 (4,08%) ke level Rp 255. (jau)
Wednesday, September 16, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 16 September 2009
Saham Sorini Menuju Rp 1.500
HARGA saham PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI) dikabarkan bakal diangkat menuju level Rp 1.500 dalam jangka pendek hingga menengah.
Sumber Investor Daily mengungkapkan, ekspansi sorbitol dan produk turunannya, serta pembangunan pabrik tepung tapioka di Lampung dan diversifikasi usaha menjadi momentum kenaikan harga SOBI. Pada perdagangan kemarin, SOBI ditutup menguat Rp 20 (1,77%) ke posisi Rp 1.150.
Grup Panin Tambah Saham Asuransi Multi
GRUP Panin disebut-sebut oleh kalangan pelaku pasar akan menambah kepemilikan sahamnya pada PT Asuransi Multi Arthaguna Tbk (AMAG). Sumber Investor Daily mengatakan, sejumlah broker telah mendapat mandat untuk membeli AMAG hingga harga Rp 100 per saham.
Saat ini, AMAG tergolong saham murah, karena memiliki price to earning ratio (PER) sekitar 2 kali. Pada perdagangan kemarin, AMAG ditutup naik Rp 5 (6,17%) ke level Rp 86. (jau)
Thursday, September 10, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 9 September 2009
Katarina Incar Patrakom
HARGA saham PT Katarina Utama Tbk (RINA) tengah diburu sejumlah broker, sehingga harganya berpotensi mencapai level Rp 180-185 dalam jangka pendek.
Sumber Investor Daily mengungkapkan, adanya kabar di pasar yang menyebutkan bahwa perseroan tengah mengincar mayoritas saham PT Patra Telekomunikasi Indonesia, anak usaha PT Telkom Tbk, menjadi momentum kenaikan harga RINA. Pada perdagangan kemarin, RINA ditutup menguat Rp 8 (5,63%) ke posisi Rp 150.
Cermati Saham Surya Semesta
HARGA saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) berpeluang naik ke level Rp 550, karena perseroan disebut-sebut akan melangsungkan pemecahan nilai saham (stock split). Sumber Investor Daily mengatakan, rasio stock split perseroan yang beredar di pasar adalah 1:5.
Selain itu, kata dia, pengerjaan proyek resor baru di Bali dan mal di Jakarta juga bakal berdampak positif. Pada perdagangan kemarin, SSIA ditutup naik Rp 35 (9,21%) ke level Rp 415. (jau)
Friday, September 4, 2009
Market Flash Today
Corporate news
FREN: Target Rights Issue Diperbesar jadi Rp2,12 Triliun
FREN memperbesar target rights issue jadi Rp2,12 triliun dari semula Rp300-500 miliar terkait debt to equity swap yang ditargetkan akan dilaksanakan pada akhir Okto09. Namun rencana ini masih menunggu persertujuan RUPS pada 30 Sept09.
MPPA: Siapkan Capex FY10 Rp 1 Triliun
MPPA menyiapkan capex FY10 sebesar Rp1 triliun guna membangun 9-10 department store dan 10-12 hypermart baru. Pendanaan berasal dari kas internal.
BBNI: Kucurkan Utang Geo Dipo US$90 Juta
Konsorsium perbankan yang dipimpin BBNI siap mengucurkan pinjaman kepada PT Geo Dipa Energi,anak usaha PLN dan Pertamina sebesar US$90 juta yang akan ditandatangani pada bulan ini dan Oktober.
INDF: Spin Off Divisi Mi
INDF spin off divisi bisnis produk konsumen bermerek meliputi mi instan dan food ingredient dan menjadi anak usaha baru yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur. INDF menguasai 99,99% saham anak usahanya tersebut dan sisanya 0,01% milik PT Prima Intipangan Sejati.
ASII: FIF Jajaki MTN Rp 500 Miliar
Anak usaha ASII, PT Federal International Finance (FIF) menjajaki medium term national (MTN) sebesar Rp500 miliar pada 4Q09. Perolehan dana untuk pembiayaan sepeda motor tahun ini.
LAPD: Disiapkan Jadi Holding Infrastruktur Rp6 Triliun
LAPD tengah disiapkan jadi hoding infrastruktur dengan total aset Rp6 triliun. Perseroan akan menekuni bisnis pembangkit listrik, jalan tol, pelabuhan, dan air minum.
ASII: 2009, Belum Berencana Stock Split
ASII belum berencana stock split pada tahun ini seiring harga sahamnya yang hampir ke level Rp30.000/saham. Pasalnya, harga saham ASII pernah naik lebih tinggi dari saat ini Rp29.050/saham.
PNBN: ANZ Tambah 1,37% Saham Panin
Selama Agustus, ANZ Banking Group menambah kepemilikan sahamnya di PNBN sebanyak 1,37% atau 330 juta saham. Kini, kepemilikan saham PNBN oleh ANZ menjadi 38,48%.
BBRI: Kucuri BUMN Rp 7 Triliun
Hingga akhir tahun, BBRI akan mengucurkan kredit sebesar Rp 7 triliun ke sejumlah BUMN, seperti Perum Bulog, Perum Pegadaian, PT Perkebunan Nusantara, dan TLKM. Dalam kucuran dana tersebut, TLKM mendapat porsi terbesar. Kredit tersebut merupakan bagian dari target sebesar Rp 29 triliun.
INDY: Kuasai 98,55% Petrosea
INDY merampungkan tender offer untuk menguasai 98,55% saham PT Petrosea. INDY menyediakan dana US$18 juta untuk tender offer tersebut. INDY memperkirakan pendapatan petrosea bisa mencapai US$250 juta hingga akhir tahun ini.
BBRI: Jamin Impor Pabrik Semen Gresik
BBRI memberikan fasilitas L/C senilai 33,3 juta euro dan US$ 10,4 juta kepada SMGR untuk jaminan pembayaran impor peralatan utama proyek pabrik unit IV di Tuban.
UNTR: Revisi Target Penjualan
UNTR merevisi target penjualan alat berat sepanjang 2009 dari 2.800 unit menjadi 3.000 unit seiring membaiknya kondisi perekonomian nasional. Selama 1H09, penjualan mencapai 1.399 unit, lebih dari 50% dari total target 3.000 unit. (etr/dnl)
Thursday, September 3, 2009
RUMOR PASAR INVESTOR DAILY 3 September 2009
Cermati Saham Medco
HARGA saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) berpotensi menuju level Rp 3.350 dalam jangka pendek. Sumber Investor Daily mengungkapkan, sejumlah hedge fund asing dikabarkan bakal mengakumulasi MEDC dalam waktu dekat.
Saat ini, perseroan tengah mengkaji akuisisi tambang batubara berkalori tinggi di Kalimantan. Cadangan batubara di tambang tersebut diperkirakan mencapai 120 juta ton. Pada perdagangan kemarin, MEDC ditutup terkoreksi Rp 100 (3,48%) ke posisi 2.775.
Asing Minati Saham Leyand
INVESTOR asing dikabarkan akan memburu saham PT Leyand International Tbk (LAPD), terkait kesiapan perseroan menjadi pembeli siaga rights issue PT Nusantara Infrastructure Tbk (META). Menurut sumber Investor Daily, harga LAPD berpeluang menembus level Rp 500 dalam jangka pendek maupun menengah, karena perseroan bakal menguasai 40% saham Nusantara. Pada perdagangan kemarin, LAPD ditutup melemah Rp 10 (3,23%) ke level Rp 300.
Intraco Dapat Dana Rp 200 Miliar
PT INTRACO Penta Tbk (INTA) dikabarkan bakal mendapatkan dana Rp 200 miliar dari lembaga pembiayaan ekspor Swedia dan Korsel. Dana tersebut akan dipakai untuk membeli alat berat, seiring ekspansi perusahaan tambang batubara di Tanah Air.
Sumber Investor Daily mengungkapkan, sejumlah broker asing dan lokal kini mulai mengoleksi kembali INTA, sehingga harganya berpotensi menembus level Rp 1.000 dalam jangka pendek. Perolehan tambahan kontrak dari Grup Sinarmas juga bakal berdampak positif terhadap pergerakan INTA. Pada perdagangan kemarin, INTA ditutup menguat Rp 80 (10,39%) ke posisi Rp 850. (jau)