• Beberapa update yang kami peroleh dari kunjungan kami ke CP Prima adalah sebagai berikut:
• Saat ini CPRO telah menyelesaikan revitalisasi tambak Dipasena di PT Wahyuni Mandira (WM), dan tambak di WM sudah mulai berproduksi secara penuh. Sedangkan sisa proses revitalisasi tambak yang belum selesai adalah tambak di PT AWS. Proses revitalisasi diharapkan akan selesai di FY09.
• Proses pengolahan udang dari mulai menabur benur hingga udang tersebut dapat dipanen dibutuhkan waktu kurang lebih selama 120 hari, jenis udang yang diproduksi adalah jenis Vannamei.
• Saat ini Perseroan juga masih menggunakan sistem kontrak dengan para petani plasma untuk mengolah tambak. Untuk satu tambak udang diolah oleh dua petani plasma.
• Tambak milik perseroan di CP Bratasena (CPB) menghasilkan udang beku kurang lebih sekitar 11 ton/tambak, sedangkan di WM menghaslkan sekitar 6 ton/tambak.
• Saat ini Perseroan fokus untuk ekspor, untuk itu Perseroan memiliki kapal angkut sebanyak 3 buah di Jakarta, Medan, dan Surabaya.
• CPRO sangat memperhatikan quality control untuk memastikan udang yang dihasilkan berkualitas dengan melakukan pengawasan yang sangat ketat dari mulai kualitas air yang akan dimasukkan ke tambak hingga proses udang di pabrik pengolahan. Oleh karena itu, tingkat kegagalan udang atau flushing rate-nya hanya sekitar 5% dari total tambak yang ada.
• Ke depan, Perseroan masih akan fokus untuk melakukan revitalisasi di AWS dan juga meningkatkan margin Perseroan.
• Kami menilai, dari segi operasional Perseroan cukup baik, namun saat ini kami masih concern terhadap masalah pergerakan harga saham CPRO yang cenderung stagnan dan tidak mencerminkan nilai wajar fundamentalnya. Kami masih men-discount valuasi kami sebesar 20%, target harga kami untuk CPRO sebesar Rp625/saham.
CPRO: ST: Hold; LT: Buy
Monday, June 2, 2008
CPRO: Site Visit
Thursday, March 6, 2008
Adhi Karya (ADHI)
- Margins keep getting better. Margins improved significantly in 9M07: gross margin rose to
10.5% from 8.6% in 9M06, while operating margin grew to 7.1% from 5.2% a year ago. The
better margins were boosted by higher-margin projects clinched in FY06-07 (e.g. Doha City
Center Project and Tangguh LNG Project), and lower interest expenses due to refinancing in
July 2007.
- Beneficiary of upcoming government projects. As a state-owned company, government
infrastructure projects remain Adhi Karya’s main revenue source, as almost 50% of the
company’s projects in FY06-07 were government-linked projects. We expect Adhi Will
benefit from accelerated government infrastructure projects in 2008.
- Rights issue plan – a key catalyst. Adhi Karya expects to secure regulatory approval for its
proposed rights issue in the first quarter of 2008. Proceeds from the rights issue will
strengthen its balance sheet, which would give it room to raise debt to finance its future
projects.
- Expect strong rebound this year. Our target price is Rp1,800. Given promising growth in
FY08 and beyond and the firm margins, we have set our target price at Rp1,800, equivalent to
17.6x FY08 PE and 9.5x FY08 EV/EBITDA. ADHI is currently trading at 10.4x FY08 PE
and 6.5x FY08 EV/EBITDA.