Showing posts with label REKSADANA. Show all posts
Showing posts with label REKSADANA. Show all posts

Tuesday, November 17, 2009

Reksa Dana Saham Berkuasa di 2010

Jakarta - Produk-produk reksa dana saham diperkirakan bakal kembali mendominasi pasar dana kelolaan di tahun 2010. Secara industri, reksa dana diperkirakan tumbuh 20% tahun depan.

"Bisa sekitar 60% didominasi reksa dana saham, sisanya terbagi di produk reksadana obligasi pasar uang dan campuran," ujar Presiden Utama Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Denny Thaher disela-sela perkenalan fitur terbaru mereka "Auto Debit MAMI & QQ Account",di kantornya Sampoerna Strategic Square Jakarta Senin (16/11/2009).

Menurutnya, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi global tahun depan, pasar saham otomatis juga akan kembali mendominasi pasar modal. Oleh sebab itu, produk reksa dana pun akan ikutan beralih ke produk reksa dana saham.

"Tentu reksadana equity (saham). Seperti yang sudah saya bilang tadi, kondisi ekonomi sudah membaik, jadi tingkat fluktuasi atas equity akan rendah atau cenderung stabil. Dan akan banyak dana kelolaan di industri reksadana ditaruh di equity," ujarnya.

Mengenai industri reksa dana, Taher memperkirakan tahun depan akan mengalami pertumbuhan sebesar 20%, juga mengiringi perbaikan ekonomi global tahun depan.

"Akan terjadi pertumbuhan secara umum 20% di industri reksadana. Ini dikarenakan semakin membaiknya ekonomi dunia pasca krisis tahun lalu. Selain itu, masyarakat kita juga semakin paham akan pentingnya investasi, dan produk reksadana adalah pilihan yang paling tepat," jelasnya.

Ia mengatakan, reksa dana merupakan produk yang boleh dibilang tahan banting menghadapi krisis. Seba produk ini memiliki tingkat fleksibilitas yang mampu beradaptasi pada guncangan.

"Reksadana adalah produk investasi yang terbukti dapat bertahan disegala kondisi ekonomi. Saat ekonomi baik, dia tumbuh dengan equity-nya yang menjadi pilihan utama investor. Saat krisis, reksadana pun tetap melaju, meskipun dengan pilihan reksadana pasar uang. Jadi ini cuma satu-satunya produk yang tetap menarik di tahun-tahun mendatang," paparnya.

Mengenai dana kelolaan MAMI sendiri, saat ini sudah mencapai Rp8,7 triliun. "Sampai akhir tahun, kita targetkan akan menambah aset reksadana Rp 750 miliar sampai Rp 1 triliun. Dan di tahun depan ditargetkan akan tumbuh 20%," ujarnya.
(dro/dro)

Keunggulan Saham Dibanding Reksa Dana Saham

Rekan kita ina menanyakan:
sebagai long term investor, apa kelebihannya kalau saya beli saham ketimbang reksadana saham? saya takut kalau beli saham, terus jatuh kayak saham Bumi sekarang... ambles dong?

Ditinjau dari karakteristiknya saham mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan reksadana saham yaitu :

1. Bagi investor yang mempunyai kemampuan yang agak sophisticated, saham memberikan kebebasan bagi investor untuk memilih komposisi dari portfolio yang dipandang paling menguntungkan baginya. So katakanlah kita menganggap sektor tertentu akan booming tahun ini, kita bisa memilih saham yang kita sukai dalam sektor tersebut. Kita bisa melakukan switch secara cepat dari satu saham ke saham yang lain kalau prediksi kita salah. Sebaliknya kalo kita beli reksadana saham khan kita cuma manut sama manager investasinya ... wong kita sudah menyerahkan pengelolaannya pada manager investasi kok.

2. Dalam kondisi market yang adjrut-adjrutan seperti sekarang ... jauh lebih asyik main saham dibandingkan dengan main reksadana saham. Anda bisa memperoleh potensial gain yang cukup lumayan dari fluktuasi pasar, sementara pergerakan gain dari reksadana saham khan lebih moderat karena portfolionya yang terdiversifikasi. Tapi fluktuasi yang cepat juga menimbulkan resiko ya ... Kalau anda tidak pandai berselancar dalam gelombang saham ... anda akan gampang ter - wipe off hehehe ... kayak contoh kasus BUMI itu lach ... kalo anda nggak disiplin dalam memasang trailing stop dan stop loss ... wah bisa jadi anda adalah salah satu yang merasakan getirnya harga saham BUMI yang terjungkal dari 8.750 menjadi hanya sekitar 700-an sekarang (hihihi... kalo punya modal 100 juta cuma tinggal 10 juta doang tuch)

3. Dalam saham, kita bisa mendapatkan entry point yang lebih baik dibandingkan dengan reksadana saham. Kalo reksadana saham khan kita akan mendapatkan NAB yang sesuai dengan nilai market pada saat closing. Sementara dalam saham kita bisa membeli sebelum market close, dengan harga yang lebih kompetitif.

4. Saham relatif mempunyai biaya yang lebih kompetitif, secara umum sekuritas besar biasanya menetapkan biaya beli sebesar 0.25% dan biaya jual sebesar 0.35% (kalo sekuritas yang lebih kecil biasanya biayanya lebih murah lagi ... apalagi sekuritas yang pake online trading pada umumnya biaya transaksinya yahud). Coba anda bandingkan dengan biaya subcribe RD saham yang kadang mencapai 2% dan biaya redemption yang mencapai sebesar 1% (belum lagi biaya seperti management fee, custodian fee, dsb)

5. Kalo anda bermain jangka pendek, saham adalah tempat yang sesuai... anda bisa aja beli saham pagi hari dan menjualnya sore hari (dalam melakukan aksi intraday trader kayak gini anda nggak perlu pake modal... cukup bayar feenya aja ... wong langsung beli dan jual hari itu). Sementara reksadana saham memang ditujukan untuk investor dengan horizon investasi yang lebih panjang.

6. Last but not least, walaupun banyak yang nyumpahin, lewat saham kita bisa melakukan aksi yang namanya short selling (jual dulu baru beli). Sehingga dalam kondisi market yang jatuh kita tetap bisa dapat untung ... Semakin dalam kejatuhan market kita semakin untung ... (wong kita jual di harga di atas dan nanti belinya saat dibawah hehehe). Saat ini aturan dan pengawasan short selling di bursa kita sudah relatif lebih ketat dibandingkan dulu saat short selling masih dilarang (tapi malahan diam-diam banyak yang ngeshort hehehe)

OK ... so pendeknya saham tentu saja lebih menarik buat investor yang sudah lebih sophisticated pengetahuannya. Tapi kalo anda merasa belon sophisticated, ada baiknya anda belajar lewat investasi reksadana saham dulu saja lach ...

Seperti guru saya selalu bilang ... ada banyak instrumen keuangan di luar sana yang bisa membuat kita untung ... tapi tidak semua instrumen itu ditakdirkan menjadi instrumen kita ... so kenali diri anda dan berinvestasilah pada instrumen yang paling cocok buat anda ...

Happy investing my friend ...

ditulis oleh Passion4U's blog

Friday, March 13, 2009

Asuransi atau Investasi?

SAAT ini begitu banyak produk asuransi ditawarkan oleh perusahaan asuransi. Pada dasarnya asuransi dapat dibagi menjadi asuransi kerugian, asuransi jiwa, dan asuransi sosial. Dalam perkembangannya saat ini banyak perusahaan asuransi menawarkan produk yang menggabungkan antara unsur proteksi dan unsur investasi seperti jenis asuransi dwiguna dan unit link.

Asuransi dwiguna adalah suatu produk asuransi yang digabungkan dengan investasi. Contoh asuransi dwiguna adalah asuransi pendidikan atau asuransi pensiun.

Terdapat perbedaan antara asuransi dwiguna dengan unit link. Pada asuransi dwiguna, perusahaan asuransi akan mengelola sendiri jenis investasinya sehingga antara dana investasi dan dana untuk pertanggungan dan pengelolaannya menjadi satu. Pada umumnya, perusahaan asuransi lebih konservatif sehingga hasilnya juga lebih minimal dan cenderung kurang transparan. Dalam asuransi unit link pengelolaan dana investasi dipisahkan dengan dana pertanggungan. Dana pertanggungan dikelola oleh perusahaan asuransi, sedangkan dana investasi dikelola oleh manajer investasi yang terpisah. Dalam hal ini, unit link memiliki keunggulan dibandingkan dengan asuransi dwiguna karena dikelola oleh manajer investasi (terpisah dari perusahaan asuransi) sehingga hasil investasinya lebih transparan. Model investasinya hampir menyerupai investasi reksadana, yakni dana investasi diwakili dengan unit penyertaan sesuai dengan besarnya dana yang diinvestasikan. Dalam hal ini kita berinvestasi dengan cara membeli unit penyertaan. Bedanya, pada reksadana nilai setiap unit penyertaan diwakili dengan satu harga saja, sehingga ketika kita membeli atau menjual akan terkena biaya tambahan. Sedangkan pada unit link, harga setiap unitnya dibedakan menjadi harga jual dan harga beli, sehingga kita tidak dikenakan biaya tambahan lainnya kecuali selisih harga tersebut. Jika kita melakukan investasi unit link, kita membeli unit penyertaan sesuai dengan harga belinya. Kemudian, jika akan menjual unit penyertaan, harganya akan disesuaikan dengan harga jualnya. Nilai unit penyertaan ini berubah-ubah setiap hari sesuai perkembangan hasil investasi yang dilakukan manajer investasinya.

Unit link merupakan produk yang menjadi unggulan di industri asuransi dalam beberapa tahun terakhir. Produk yang memadukan proteksi dan investasi ini menjadi pilihan baru bagi seseorang yang menginginkan perlindungan sekaligus menginginkan hasil investasi dari dananya. Untuk memperoleh hasil investasi, unit link biasanya menginvestasikan dana di surat berharga seperti instrumen pasar uang, obligasi, dan saham.

Pilih mana?

Perlu diketahui, prinsip dasar/fungsi utama dari asuransi adalah melindungi/mengurangi kerugian yang terjadi akibat kehilangan harta benda maupun kehilangan jiwa. Perusahaan asuransi adalah lembaga keuangan di mana kita bisa memindahkan risiko tersebut, sehingga kerugian tidak kita tanggung sendiri. Pada dasarnya, perusahaan asuransi bekerja atas dasar hukum bilangan besar dan hukum probabilitas. Semakin banyak nasabah yang masuk dalam perusahaan asuransi, semakin aman risiko yang akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Mengapa? Karena risiko menjadi lebih kecil dengan terbagi rata pada jumlah peserta yang masuk asuransi. Sebagai contoh, bagi perusahaan asuransi lebih aman bila perusahan asuransi tersebut memiliki kewajiban pertanggungan Rp 100 miliar yang terbagi dalam 10.000 peserta, daripada hanya Rp 10 miliar yang terdiri dari 10 peserta. Mengapa? Jika dikatakan contoh yang kedua itu adalah asuransi jiwa, jika 1 orang meninggal perusahaan asuransi akan membayar Rp 1 miliar (rata-rata). Sedangkan jika contoh pertama yang terjadi, jika 1 orang meninggal perusahaan asuransi hanya membayar Rp 10 juta (rata-rata).

Dalam usahanya untuk meningkatkan jumlah nasabah, perusahaan asuransi secara terus menerus mengembangkan berbagai produk asuransi. Pada mulanya, produk utama dari perusahaan asuransi adalah term insurance, yaitu seperti kalau kita membeli produk asuransi kendaraan. Bila tidak terjadi klaim, uang kita tidak dikembalikan. Kemudian berkembang menjadi produk seumur hidup/whole life, yang pada awalnya adalah membayar seumur hidup untuk pertanggungan seumur hidup. Produk ini kemudian dikembangkan menjadi produk yang memiliki pembayaran terbatas, apakah cukup membayar sekali atau membayar dalam jangka waktu tertentu. Kemudian kita mengenal produk endowment yang menjanjikan pengembalian sebagian uang kita bila tidak terjadi risiko yang dilindungi. Pengembalian ini juga berlaku untuk produk seumur hidup. Pengembalian tersebut sebenarnya adalah pengembalian sebagian keuntungan usaha perusahaan asuransi tersebut kepada nasabahnya. Hal ini kemudian berkembang dan dikaitkan dengan hasil investasi.

Bagaimana dengan menabung di bank? Menabung di bank memang dapat digolongkan menjadi salah satu sarana investasi, karena menghasilkan bunga. Namun hasil bunga dari giro, tabungan, atau deposito sebenarnya sangat minimal dibandingkan dengan laju inflasi yang secara tidak sadar menggerus kemampuan daya beli uang yang kita miliki. Terlebih bila kita menyukai pelayanan bank tersebut, kita menerima begitu saja hasil bunga yang kita terima. Adakah yang tahu berapa hasil bunga dari tabungan kita saat ini? Pasti jarang yang memperhatikan.

Bagaimana dengan investasi lainnya? Investasi sesungguhnya bisa dibagi menjadi dua yakni investasi riil dan investasi keuangan. Investasi riil misalnya, jika kita membuka usaha atau menanamkan modal ke suatu jenis usaha, membeli tanah, rumah, emas dan lain-lain. Sementara investasi di bidang keuangan adalah membeli surat berharga seperti membeli saham, obligasi, reksadana, dan lain sebagainya.

Dalam perencanaan keuangan terdapat beberapa elemen penting yang harus dipenuhi, yakni fungsi investasi, proteksi, dan distribusi. Fungsi investasi berguna untuk mengembangkan kekayaan, fungsi proteksi berguna untuk melindungi, dan fungsi distribusi adalah seperti membagi warisan, zakat, sedekah, infak, wakaf, hibah, dan lain sebagainya. Di dalam fungsi investasi terdapat tahapan yang seyogianya dapat kita penuhi, yakni langkah pertama adalah menabung sebagai motif berjaga-jaga sambil mengakumulasikan kekayaan. Setelah mencukupi, kita melakukan investasi, baik investasi riil maupun investasi keuangan agar kekayaan semakin berkembang dengan baik, kemudian melakukan proteksi terhadap kekayaan maupun diri kita, jiwa maupun kesehatan. Terakhir adalah melakukan distribusi kekayaan melalui pembagian warisan, sedekah, zakat, dan lain sebagainya. Bisa juga kita melaksanakan berbarengan, namun umumnya adalah tahapannya seperti itu.

Kembali kepada pokok permasalahan pilih mana yang lebih menguntungkan, jawabannya sederhana. Bila kita ingin investasi, wadah yang paling tepat adalah instrumen investasi. Bila kita menginginkan proteksi, asuransi adalah jawabannya. Bila kita sudah memiliki keduanya, sah-sah saja kita membeli produk asuransi yang memiliki dua manfaat sekaligus, yakni investasi dan proteksi.***

Saturday, November 29, 2008

Reksa Dana Terproteksi, Solusi atau Masalah Baru?

Gelombang penarikan (redemption) reksa dana pendapatan tetap pada tahun 2005 lalu mengejutkan banyak investor. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana pendapatan tetap turun dari Rp. 100 triliun pada akhir tahun lalu menjadi Rp. 21.5 triliun pada akhir minggu kedua September 2005 seiring dengan anjloknya NAB/Unit Pernyertaan yang bahkan mencapai lebih dari 20% sebulan terakhir. Beberapa tulisan sudah membahas tentang penyebab penurunan NAB ini, penulis mencoba untuk memberi komentar mengenai wacana pengalihan dari Reksa Dana Pendapatan Tetap ke Reksa Dana Terproteksi seperti yang diusulkan beberapa manajer investasi yang mengalami penarikan relatif besar. Argumen yang dikemukakan oleh Manajer Investasi adalah untuk memproteksi dana investor karena kalau melakukan penarikan sekarang NAB nya turun drastis sedangkan kalau menarik sekian tahun yang akan datang (2 hingga 4 tahun), minimal tidak mengalami anjloknya NAB. Pertanyaannya, apakah pengalihan ke Reksa Dana Terproteksi merupakan solusi manjur atau sebaliknya berpotensi menimbulkan masalah baru kelak ? Hal-hal apa saja yang harus dicermati investor yang notabene sudah dirugikan dengan penurunan NAB/UP saat ini ?

Menurut press release yang diterbitkan Bapepam tanggal 29 Juli 2005 (lihat www.bapepam.go.id), Reksa Dana Terproteksi adalah jenis Reksa Dana yang memberikan proteksi atas investasi awal investor melalui pengelolaan portofolionya. Dalam rangka pemberian proteksi investasi awal, Manajer Investasi akan menginvestasikan sebagian dana yang dikelolanya pada Efek bersifat utang yang masuk kategori layak investasi (investment grade), sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi. Sayangnya definisi Reksa Dana Terproteksi yang disebutkan di Press Release tersebut sama sekali tidak tercantum di peraturan nomor IV.C.4 yang menjadi pedoman pengelolaan Reksa Dana Terproteksi (lihat www.bapepam.go.id). Akibatnya tentu mengaburkan pengertian Reksa Dana Terproteksi karena Press Release tidak mempunyai kekuatan hukum yang memadai apabila terjadi dispute dikemudian hari.

Mencermati Peraturan IV.C.4 yang menjadi pedoman Reksa Dana Terproteksi, beberapa masalah yang mengemuka yang perlu dicermati investor adalah : 1) Penawaran Umum Reksa Dana Terproteksi bersifat terbatas baik dalam masa penawaran maupun jumlah Unit Penyertaan yang ditawarkan. Artinya investor harus mempertimbangkan dalam kurun waktu tertentu (tidak dijelaskan diperaturan berapa lama waktunya) untuk mengambil keputusan apakah akan mengalihkan reksa dananya ke Reksa Dana Terproteksi. 2) Mekanisme proteksi, yang menyangkut beberapa hal penting, yaitu 2.1) Jumlah investasi yang terproteksi yang sekurang-kurangnya sama dengan jumlah investasi awal. Bagaimana menentukan penilaian underlying asset misalkan obligasi, agar sekurang-kurangnya sama dengan jumlah investasi awal ? Merujuk pada point 7 Peraturan Nomor IV.C.4, tentang kebijakan investasi disebutkan: Manajer Investasi wajib melakukan investasi pada Efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi, sehingga nilai Efek bersifat utang pada saat jatuh tempo sekurang-kurangnya dapat menutupi jumlah nilai yang diproteksi. Bagian ini adalah yang paling penting untuk diperhatikan oleh investor. Mengapa ? Perhatikan pada kata-kata "Efek bersifat utang yang masuk dalam kategori layak investasi". Berarti obligasi korporat juga boleh menghuni portofolio Reksa Dana Terproteksi. Selanjutnya berdasar peraturan tersebut penilaian underlying asset berdasar nilai pada saat jatuh tempo yaitu nominal obligasi tersebut. Masalahnya bagaimana kalau obligasi korporat yang menjadi underlying asset mengalami gagal bayar (default) ? Siapa yang akan memproteksi dana awal investor ? Bapepam menyadari hal ini maka di Press Release tersebut juga disebutkan kalimat yang harus dicamkan baik-baik oleh investor:"Mengingat bentuk proteksi atas investasi awal pada Reksa Dana Terproteksi sepenuhnya dilakukan melalui mekanisme investasi dan TANPA penunjukan pihak ketiga sebagai Penjamin/Guarantor, maka DIMUNGKINKAN pemegang saham atau Unit Penyertaan Reksa Dana Terproteksi akan menerima hasil investasi YANG LEBIH KECIL dari nilai investasi awal pada saat Reksa Dana tersebut jatuh tempo. Nah lho ? Sebagai catatan, kalimat diatas tidak tercantum di Peraturan Nomor IV.C.4, hanya di Press Release saja. Pertanyaan penulis, berapa banyak investor yang mengetahui hal ini ? Apakah Manajer Investasi mengetahui hal ini ? Of Course. Manajer Investasi wajib secara gamblang mengungkapkan fakta materiil ini kalau tidak ingin terjadi perselisihan di kemudian hari. 2.2) Jangka waktu proteksi juga perlu diperhatikan investor karena potensi opportunity loss yaitu seandainya dana diinvestasikan sendiri oleh investor dan tentu saja kebutuhan likuiditas investor selama masa lock-up. Investor perlu mempertimbangkan apakah jangka waktu tersebut sebanding dengan return yang diharapkan? Misalkan jangka waktu proteksi 2 tahun. Potensi rugi saat ini katakanlah 10%, apakah sebanding menunggu selama 2 tahun dengan harapan return minimal nol persen (tidak dijamin) sedangkan apabila cut loss sekarang lalu investasi dideposito bisa menghasilkan katakanlah 10% per tahun? Point berikutnya, 2.3) Pelunasan lebih awal sebelum jangka waktu proteksi (jika ada). Apakah pelunasan yang dilakukan Manajer Investasi secara proposional untuk semua nasabah atau dimulai dari nasabah yang paling lama investasi? Selanjutnya 2.4) Hal-hal yang membuat pemegang Unit Penyertaan kehilangan hak atas proteksi. Perhatikan baik-baik bagaimana konsekuensinya jika investor menarik dana sebelum habis jangka waktu proteksi ? Berapa persen penalti yang dibebankan ? Jangan-jangan penalti ini akan menambah kerugian lebih besar lagi. Masalah selanjutnya menyangkut, 3) Kebijakan Investasi. Beberapa batasan investasi pada Peraturan Nomor IV.B.1 tentang Pedoman Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan Nomor IV.B.2 tentang Pedoman Kontrak Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dinyatakan tidak berlaku bagi Reksa Dana Terproteksi. Ambil satu contoh saja, Manajer Investasi dapat membeli Efek luar negeri sebanyak-banyaknya 30% dari NAB dibandingkan peraturan reksa dana biasa yang hanya 15%. Dan 30% ini boleh di satu Efek saja. Apa tidak terlalu besar resikonya? Selain itu tidak ada keharusan hedging terhadap eksposure mata uang. Bagaimana jika terjadi kerugian akibat perubahan nilai tukar mata uang? Masih banyak kebijakan investasi yang harus dicermati satu persatu seperti investasi di derivatif (point 7.2, IV.C.4), Efek Beragun Asset ( point 2, IV.C.4) dan pelonggaran investasi di satu Efek yang tadinya dibatasi maksimal hanya 10% dari NAB (point 2, IV.C.4). Pelonggaran investasi di satu Efek yang boleh melebihi 10% , bisa menaikkan resiko karena berkurangnya diversifikasi. Penulis bukan bermaksud menghalangi investor memindahkan dananya ke Reksa Dana Terproteksi. Bagi Manajer Investasi, investor yang sudah mengerti dan mengambil keputusan untuk mengalihkan dananya tentu lebih baik daripada investor yang tidak mengerti tapi memindahkan dananya ke Reksa Dana Terproteksi. Tulisan ini bertujuan memberikan masukan kepada investor, supaya mempertimbangkan dengan matang-matang sehingga pada akhirnya tidak merasa ada fakta material yang disembunyikan yang bisa memicu terjadinya dispute. Jangan sampai investor mengatakan: "Wah, dulu saya kira Reksa Dana Pendapatan Tetap berarti mendapatkan pendapatan yang tetap, namun kenyataannya tetap rugi. Sekarang pindah ke Reksa Dana Terproteksi ternyata yang diproteksi bukan dana saya melainkan proteksi buat Manajer Investasi-nya dan saya masih tetap rugi". Kemudian lagi-lagi Manajer Investasi mengatakan:" Pernyataan itu muncul karena kurangnya edukasi kepada nasabah". Penulis kurang setuju dengan pernyataan tersebut yang selalu muncul disetiap komentar pakar dan artikel. Penulis lebih setuju mengatakan :" Itu karena kurangnya edukasi untuk Manajer Investasi". Lebih tepatnya lagi :" Edukasi tentang perlunya transparansi".
Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis. (Oleh : Parto Kawito - Pengamat Pasar Modal )

Thursday, November 20, 2008

INVESTASI REKSADANA DENGAN STRATEGI "YOYO"

Beberapa bulan silam istri saya tiba-tiba usul, “Mas kita jual saja reksadana kita sebagian… separuhnya misalnya…” Sejenak saya tidak percaya. Sebab selama ini istri saya adalah pengawal setia investasi yang memang kami rencanakan untuk pensiun.

“Mau untuk apa?” saya bertanya.

“Ambil untung saja. Nanti kalau harga unitnya turun, kita belikan lagi.”

Tuing… Ada banyak bintang berpendar di kepala saya. Ini adalah strategi memperbanyak jumlah unit reksadana tanpa memasukkan dana investasi baru sama sekali. Strategi ini memanfaatkan fluktuasi harga saham yang memang selalu mengalami perubahan, naik atau turun. Suatu saat ketika pasar sedang bagus maka harga saham secara rata-rata akan naik. Indikatornya adalah bahwa indeks harga saham terus bergerak naik. Di suatu saat yang lain pasar memburuk dan harga saham terus merosot.

Ketika istri saya mengajukan usul itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta memang sedang mencapai rekor tertingginya, di atas 2.400.

Untuk investasi reksadana kami memang hanya memilih reksadana saham. Alasannya sederhana saja, harga saham yang diluncurkan untuk pertama kalinya di sekitar tahun 90-an, sekarang harganya sudah berlipat-lipat. Jadi, boleh jadi harga saham selalu naik turun dalam jangka pendek. Tapi saya sendiri yakin dalam jangka panjang harga saham selalu naik.

Reksadana saham juga kami pilih karena skala investasi kami memang kecil. Kalau skala investasi kami cukup besar, mungkin kami akan memilih untuk langsung membeli saham dan menyimpannya untuk jangka panjang.

Sebelum memilih reksadana, kami memang juga melihat-lihat, apa saja isi reksadana yang akan kami beli. Anggap saja reksadana kami bernama Reksadana ABC. Saya memilih reksadana ini karena menurut saya isinya (waktu itu) oke. Ada saham perbankan yang diwakili BCA. Ada saham pertambangan yang diwakili Bumi Resources, ada saham industri yang diwakili Astra Internasional, ada saham telekomunikasi yang diwakili PT Telekomunikasi Indonesia, ada saham perkebunan yang diwakili Astra Agro Lestari. Seluruh sektor andalan terwakili, dan para wakilnya adalah perusahaan-perusahaan yang secara bisnis saya percayai.

Karena berisi “semua” industri secara merata, maka secara umum naik turunnya harga unit Reksadana ABC juga seiring dengan naik turunnya IHSG, indikator utama di BEJ। Kalau IHSG menguat, biasanya harga unit kami juga naik dan sebaliknya.

Selama ini kami memang menerapkan sudah “strategi Yoyo”, tetapi hanya ketika kami sedang bermaksud memasukkan investasi baru. Seperti pernah saya tulis sebelumnya, saya selalu memaksakan diri untuk membeli unit tambahan ketika IHSG berada lebih dari 200 poin di bawah rekor tertinggi sebelumnya. Kami melakukan itu dengan keyakinan bahwa suatu saat rekor itu akan terpecahkan lagi, dan indeks akan mencari rekor baru yang lebih tinggi lagi. Dan memang terbukti. Rekor lama selalu berhasil dipecahkan oleh rekor baru. Harga unit kami juga bergerak sangat bagus untuk ukuran “paper investment” yang relatif pasif (tidak setiap hari memelototi perkembangan harga per unit saham).

Nah, tiba-tiba saja istri saya mengusulkan menjual reksadana untuk ambil untung, dan uangnya nanti dipakai lagi untuk membeli unit baru ketika harga unitnya turun, seperti metode beli biasanya. Ini memang strategi umum bagi para pemain saham, tetapi jarang ada anjuran seperti ini untuk investasi reksadana. Rekomendasi yang paling umum adalah, taruh uang anda pada reksadana, dan biarkan sampai lima, 10, 15 atau 20 tahun mendatang.

Asumsi strategi ini sederhana saja. Ketika indeks atau harga unit reksadana sedang mencapai rekor terbaru dengan selisih yang cukup bagus dibanding rekor sebelumnya, jual saja katakan separuh dari unit yang kita miliki. Misalnya saya memiliki 1000 unit Reksadana ABC. Pada saat rekor tertinggi, saya bisa menjual 500 unit, tetapi uangnya tidak saya tarik. Uang tetap berada di rekening yang memang disiapkan untuk reksadana tersebut. Supaya bisa menjual sewaktu-waktu, kami sudah menandatangani form jual dan beli reksadana yang kami titipkan di bank. Ketika harga sudah mencapai target kami menelepon account officer langganan, “Pak, tolong jual reksadana saya sebanyak 500 unit.” Karena dia sudah memegang formulir yang sudah ditandatangani, dia bisa langsung menjual 500 unit yang kami pesan.

Maka berikutnya adalah justru menunggu harga saham turun. Ketika harga saham turun cukup signifikan, kembali kami menelepon sang account officer, “Pak tolong belikan Reksadana ABC, pakai saja semua uang yang ada di rekening.” Katakan saja dengan itu saya bisa membeli 600 unit baru. Jadi tanpa harus memasukkan dana baru, jumlah unit reksadana kami berkembang menjadi 1.100 unit, sementara harga per unitnya juga terus berkembang.[her]

* Her Suharyanto adalah penulis dan editor ekonomi. Ia dapat dihubungi di: her_suharyanto@hotmail.com.

Saturday, November 8, 2008

Investasi Reksadana (khususnya saham) Adalah Tujuan Jangka Panjang

"Waktu" sesungguhnya berpihak kepada anda, dengan asumsi bahwa manajer investasi anda berinvestasi dengan membeli saham saham dari perusahaan-perusahaan yang pertumbuhannya sangat solid, didukung oleh manajemen yang baik dan perencanaan-perencanaan bisnis yang jitu. Dengan kata lain, berinvestasi dengan benar sesungguhnya adalah bagaimana menjadi pendamping/partner dari suatu perusahaan yang baik, sambil menikmati keuntungan/laba yang dihasilkannya dari waktu kewaktu.

Investasi sesungguhnya bukan berkisar pada prediksi akan turun naiknya harga saham dalam jangka pendek. Ramalan-ramalan diseputar bursa saham, yang mungkin sering anda dengar, sesungguhnya tidak ada arti sama sekali dan hanya membuat para peramal kelihatan hebat.
Sementara itu ada sebagian orang yang beranggappan bahwa dia dapat melakukan investasi pada saat/timing yang tepat dengan cara menjual dan membeli saham-saham di Bursa sewaktu-waktu. Sebagai investor profesional yang telah berkecimpung selama kurang lebih 10 tahun, kami yakin tidak ada seorangpun, termasuk diri kami sendiri, yang dapat melakukan hal tersebut dengan sukses dan konsisten.
Jadi, pelajaran apa yang dapat ditarik dari kejadian-kejadian turun naiknya dan hiruk pikuknya bursa saham?

Lupakanlah apa yang terjadi! Ini yang pertama harus anda lakukan. Selanjutnya, cobalah baca tabel pergerakan saham-saham sekali dalam satu bulan, atau bahkan lebih baik lagi jika setahun sekali. Apabila ada yang memberitahukan anda bahwa beberapa saham harganya terperosok, seharusnya yang pertama kali terlintas dalam benak anda adalah : "Bagus ! ini saatnya untuk membeli lebih banyak lagi!"
Harus diingat bahwa berinvestasi itu bukan hal yang mudah, seringkali kita dapatkan hal-hal sebagai berikut: Beberapa kali dalam satu tahun, bursa saham mengalami penurunan atau bahkan terjerembab, dan seakan ada dorongan yang sangat kuat bagi anda untuk ikut menjual atau melepaskan saham-saham anda. Ini suatu hal yang sangat tidak dianjurkan, justru dengan menahannya anda dapat menyelamatkan uang anda!

Jadi, kapan waktu yang tepat untuk menjual? Sesungguhnya waktu yang tepat untuk menjual itu tidak pernah ada. Manajer investasi anda akan menjual saham saham atas nama anda, hanya bilamana dia mengetahui sesuatu yang sangat penting dan mendasar telah terjadi pada perusahaan bersangkutan, seperti: berhentinya manajemen yang baik di perusahaan tersebut, kegagalan dari produk yang baru diluncurkan, meningkatnya persaingan dan lain sebagainya. Para manajer investasi yang baik dan berorientasi jangka panjang tidak pernah sekalipun menjual saham karena harganya sudah terlalu tinggi, atau lebih celaka lagi karena terlalu rendah, karena kepanikan dalam menjual (panic selling) adalah suatu kesalahan. Ingatlah bahwa anda tidak boleh menjual suatu saham/reksa dana terkecuali anda mengetahui mengapa anda membeli saham/reksadana tersebut pertama kali.
Oleh karenanya, sekali anda berinvestasi di saham/reksa dana, ketidak aktifan anda justru merupakan suatu tindakan yang cerdik (intelligent behaviour).

Kesimpulannya, belilah saham/reksadana dengan menggunakan uang yang tidak anda butuhkan dalam jangka pendek, dan janganlah lupa bahwa "rentang waktu" dalam hal ini jauh lebih berarti dari "saat/timing" itu sendiri;
Dan hal yang lebih penting lagi dibandingkan dengan saham atau reksadana apa yang anda beli, adalah apa yang anda lakukan setelah anda membeli saham/reksadana tersebut.

Saturday, October 18, 2008

TUJUH STRATEGI BERINVESTASI REKSA DANA

Manusia tidak pernah bisa lepas dari cinta. Sejarah panjang manusia telah membuktikan hal ini: tanpa cinta terjadi perang, keputusasaan, bunuh diri, pertengkaran dan seterusnya. Jelas hanya cinta yang dapat menyelamatkan hidup manusia dari kehancuran. Oleh karena itu sangat tidak berlebihan jika dikatakan bahwa cinta juga mampu menyelamatkan salah satu bentuk investasi manusia: reksa dana. Karena reksa dana adalah instrumen investasi yang mulai populer, penulis akan menggunakan strategi cinta yang sudah lama populer: strategi cinta terhadap pasangan hidup.


Strategi Cinta Pertama: “Love will find you if you try.”

Jika anda tidak pernah memikirkan cinta, ia tidak akan pernah menghampiri anda. Kebanyakan orang terlalu sibuk bekerja. Mereka tenggelam dalam rutinitas sehari-hari yang membosankan, atau terlalu asyik mencari kebahagiaan yang semu: kekayaan, ketenaran, kekuasaan. Mereka lupa bahwa ada kebahagiaan yang sejati yaitu cinta. Cobalah membuka diri anda terhadap urusan cinta. Cobalah sesekali waktu membayangkan kehidupan cinta anda. Kelak kekuatan cinta akan terpancar dari dalam diri anda.

***

Banyak peristiwa dalam hidup yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan. Misalnya pernikahan, kelahiran anak, perawatan untuk orang tua, pensiun, dan sebagainya. Sayangnya tidak banyak orang yang pernah memikirkan peristiwa-peristiwa tersebut jauh hari sebelumnya. Yang sering terjadi adalah orang lebih bekerja keras untuk mengangsur rumah baru setelah menikah, dan lebih bekerja keras lagi ketika anak pertama lahir. Dengan meluangkan waktu untuk membuat tujuan dan rencana keuangan, kemudian merealisasikannya, kelak anda dapat melewati peristiwa-peristiwa hidup dengan lebih mantap.
Berinvestasi adalah salah satu cara yang signifikan untuk mencapai tujuan keuangan. Investasi tanpa tujuan keuangan yang jelas tidak akan membuahkan hasil yang optimal. Begitu pula dengan investasi pada instrumen reksa dana. Ada berbagai jenis reksa dana, dan masing-masing memiliki karakteristik yang unik. Jika tidak memiliki tujuan dan rencana keuangan yang jelas, sangat besar kemungkinan anda memilih jenis reksa dana yang salah. Investasi dalam reksa dana akan sia-sia, bahkan mungkin merugikan anda.

Menurut Root & Mortensen (1996), tujuan keuangan sebaiknya tertulis, realistis, spesifik, berjangka waktu yang jelas, dan terperinci.[1] Agar semakin efektif, ada baiknya juga mendiskusikan tujuan anda dengan keluarga atau sahabat. Dengan demikian tujuan keuangan anda menjadi komitmen aktif, dan anda akan lebih konsisten dengannya.

Membuat tujuan keuangan memang tidak mudah, apalagi membuat rencana keuangan untuk mencapai tujuan tersebut. Untungnya ada cukup banyak buku yang dapat membantu anda membuat tujuan dan rencana keuangan. Perusahaan sekuritas yang baik tentu juga akan bersedia membantu anda dalam membuat tujuan dan rencana keuangan.

“Tentukan tujuan keuangan dan rencana keuangan anda”

Strategi Cinta Kedua: “Don’t wait for your prince.”

Cinta tidak akan datang jika anda hanya menunggunya datang. anda harus mencarinya. Jika anda sibuk menunggu cinta, akan ada dua hal yang dapat terjadi. Pertama, anda baru menyadari bahwa cinta telah menghampiri anda ketika ia telah melewati anda. Kedua, anda mengira cinta menghampiri anda padahal ia bahkan belum datang. anda baru memiliki hati sang Pangeran jika anda mendatangi dan membawa sang Pangeran ke puri anda.

***

Jenis reksadana saham memiliki volatilitas tinggi. Berusaha mengikuti volatilitas tersebut, membeli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi, mungkin terlihat menyenangkan dan memberikan tingkat pengembalian yang besar. Masalahnya adalah mengikuti volatilitas harga reksadana saham memerlukan keahlian dan pengalaman yang tinggi. Sedangkan kebanyakan investor tidak memiliki kedua hal tersebut. Mereka akan membeli pada harga yang tinggi dan menjualnya pada harga yang masih rendah. Sangat disayangkan, sebab sesungguhnya arah pergerakan pasar selalu dapat ditebak: berfluktuasi.

Beberapa penelitian terhadap perilaku investor di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa strategi trading menghasilkan tingkat pengembalian yang lebih kecil daripada buy-and-hold.[2] Alasannya, trading menimbulkan: biaya operasional (riset dan komunikasi), opportunity cost (kesempatan yang hilang) karena menahan kas, komisi untuk broker, dan pajak. Hasil penelitian tersebut masuk akal terutama jika diterapkan pada investor individual, yang tidak memiliki banyak waktu, tenaga, dan dana untuk melakukan riset. Sehingga informasi yang mereka peroleh hanyalah perubahan angka di surat kabar setiap hari.

Reksa dana saham dan reksa dana lainnya (kecuali pasar uang) merupakan instrumen investasi jangka panjang. Maka tidak ada gunanya memperhatikan volatilitas jangka pendek, dan menjadikan volatilitas tersebut sebagai dasar pertimbangan untuk membeli atau menjual. Dengan berinvestasi untuk jangka panjang, nilai pasar reksa dana anda secara rata-rata akan selalu lebih besar daripada harga belinya. anda berarti membuat volatilitas pasar bekerja melindungi nilai investasi anda. anda pun tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengamati pergerakan nilai reksa dana setiap hari. anda tidak perlu menunggu kapan harga suatu reksa dana tinggi atau rendah.

“Don’t Time the Market”

Strategi Cinta Ketiga: “Find a man that best suit for you”

Dalam mencari pasangan, anda tidak mencari yang terbaik, tetapi yang terbaik untuk anda. Artinya ia harus cocok dengan kepribadian anda. Sulit membayangkan mendapatkan orang yang terbaik. Setiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tugas anda bukan menjumlahkan kelebihan dan kelemahannya, tetapi mencocokannya dengan kelebihan dan kelemahan anda sendiri. Yang paling cocoklah yang anda pilih.

***

Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik yang unik sesuai dengan tujuan investasinya.
Pastikan keaslian reksa dana anda:
1. Mintalah pernyataan tertulis bersama dari bank, manajer investasi, dan bank kustodian bahwa bank memang memasarkan reksa dana si manajer investasi dan diadministrasikan oleh bank kustodian.
2. Pastikan di prospektus tertulis: siapa manajer investasi, bank kustodian, dan bank-bank yang memasarkan reksadana.
3. Bacalah sendiri prospektus, bertanyalah sampai benar-benar jelas. Jangan biarkan semua administrasi dikerjakan oleh pegawai bank.
4. Mintalah laporan perkembangan investasi pada bank atau manajer investasi setiap bulan.

Sumber: Kompas Cyber Media, Selasa 14 Desember 2004

Sebelum memilih reksa dana, anda harus menentukan tingkat pengembalian yang anda butuhkan, dan tingkat risiko yang dapat anda tanggung. anda juga harus menentukan berapa lama akan berinvestasi di reksa dana. Kecuali reksa dana pasar uang, reksa dana lainnya adalah instrumen investasi jangka panjang. Artinya anda harus berinvestasi setidaknya lebih dari 1 tahun untuk hasil yang lebih optimal. Setelah itu, anda baru dapat memilih reksa dana yang sesuai dengan karakteristik anda. Perusahaan sekuritas yang baik pasti bersedia membantu dalam menentukan karakteristik tingkat pengembalian dan risiko anda. Biasanya melalui kuesioner atau pertanyaan-pertanyaan lisan. Ingatlah bahwa yang menjadi pertimbangan adalah kecocokan suatu reksa dana terhadap karakteristik investasi anda, bukan seberapa besar tingkat pengembalian reksa dana tersebut.

Anda juga harus berhati-hati dalam memilih pengelola reksadana. Kualitas pengelola reksadana berpengaruh terhadap kinerja reksa dana anda. Dalam setiap prospektus reksa dana pasti terdapat bagian tentang latar belakang dan track record pengelolanya. Sebagai permulaan, sebaiknya anda hanya mempertimbangkan pengelola reksa dana yang sudah mapan.

“Carilah reksa dana yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anda”

Strategi Cinta Keempat: “Don’t put all your love in one man”

anda mungkin sudah menemukan calon yang tepat. Tetapi sebaiknya anda tetap tidak menutup mata terhadap calon-calon lainnya. Jika dunia sudah terasa milik berdua dan tiba-tiba ia meninggalkan anda, dunia anda akan hancur. Untuk menghindarinya, bagilah dunia ini dengan orang ketiga, keempat, dan seterusnya. Tetaplah berjaga-jaga, sebaik apapun calon anda. Dan cara berjaga-jaga yang terbaik adalah dengan memiliki lebih dari satu calon.

***

Diversifikasi berarti menyebarkan uang anda ke dalam beberapa jenis investasi. Tujuan diversifikasi adalah mengamankan kinerja portofolio investasi anda. Dengan diversifikasi, kinerja buruk suatu investasi dapat diimbangi oleh kinerja baik investasi lainnya. Reksa dana memungkinkan anda melakukan diversifikasi investasi pada berbagai industri, perusahaan dan instrumen keuangan tanpa memperhatikan jumlah uang anda.

Akan tetapi, diversifikasi pada suatu reksa dana sebenarnya hanya menghilangkan financial risk atau interest rate risk saja. Para manajer investasi melakukan riset yang mendalam sehingga dapat memilihkan saham atau obligasi perusahaan-perusahaan terbaik ke dalam reksa dana anda. Tetapi, mereka tidak dapat berbuat apa-apa jika terjadi krisis yang melanda industri tertentu. Dengan kata lain, memiliki sebuah reksa dana tidak melindungi anda dari market risk. Untuk melawan inflation risk, anda dapat menggunakan reksa dana jenis saham atau campuran, yang memiliki hasil lebih tinggi atau sebanding dengan tingkat inflasi.

Jenis-jenis risiko :
1. Market risk: pergerakan seluruh investasi pada suatu pasar secara bersamaan dan searah
2. Financial risk: pergerakan arah keuangan sebuah perusahaan
3. Inflation risk: pergerakan inflasi dan daya beli masyarakat
4. Interest rate risk: pergerakan arah suku bunga

Memiliki lebih dari satu jenis reksa dana akan mengurangi market risk yang harus anda tanggung. Misalnya, memiliki reksa dana saham dan pendapatan tetap sekaligus. Jika terjadi krisis yang menekan pasar saham –dan tentunya menekan reksa dana saham-, portofolio anda masih memiliki reksa dana pendapatan tetap yang berkinerja baik. Begitu pula jika terjadi peningkatan suku bunga yang menekan harga obligasi –dan tentunya menekan reksa dana pendapatan tetap-, portofolio anda tidak akan terganggu sebab masih memiliki reksa dana saham yang berkinerja baik. Memiliki beberapa reksa dana sejenis yang berbeda alokasi asetnya juga merupakan bentuk diversifikasi. Meski cara ini kurang efektif karena anda tidak bisa mengendalikan keputusan manajer investasi dalam mengelola reksa dana anda.

Dengan hanya berinvestasi pada reksa dana, betapa pun terdiversifikasinya, anda masih memiliki market risk dan inflation risk yang besar. Untuk mengurangi kedua jenis risiko tersebut, berinvestasilah juga pada instrumen lainnya: properti, emas, dan sebagainya.

“Optimalkan dengan diversifikasi”

Strategi Cinta Kelima: “Keep lightening your fire of love”

Seperti tanaman yang harus selalu disiram agar tidak layu, begitu pula cinta. Cinta tidak akan bertahan jika tidak pernah dirawat. Bagaimana cara merawatnya? Mudah. Selalu ungkapkan rasa cinta anda dalam setiap kesempatan, jangan pernah berhenti.

***

Uang yang digunakan untuk investasi sebaiknya merupakan sisa penghasilan yang telah digunakan untuk tabungan dan konsumsi. Tujuannya agar rencana investasi tidak terganggu oleh keperluan sehari-hari. Kebanyakan instrumen investasi memerlukan banyak uang untuk memulainya. Sebut saja properti, emas, saham, dan sebagainya. Sayangnya tidak semua orang memiliki banyak uang untuk diinvestasikan. Tidak banyak orang yang dapat memulai suatu investasi tanpa mengorbankan keperluan sehari-harinya.

Siapkanlah pendidikan anak

Investasikanlah Rp 1,2 juta saja pada suatu reksa dana secara rutin setiap tahun. Dengan tingkat pengembalian rata-rata 15%, nilai investasi akan menjadi Rp 91 juta pada tahun ke-18. Lebih dari cukup untuk seluruh keperluan kuliah di perguruan tinggi negeri favorit selama 4 tahun.Investasi pada reksa dana menjawab permasalahan ini. Investasi pada reksa dana dapat dimulai hanya dengan Rp 100 ribu atau Rp 1 juta. Jumlah yang relatif kecil dibandingkan instrumen investasi lainnya. anda dapat menggunakan keunggulan reksa dana ini sebagai strategi untuk mencapai tujuan keuangan anda.

Anda dapat berinvestasi reksa dana secara rutin tanpa mengorbankan keperluan rutin. Gunakanlah sisa penghasilan bulanan anda setelah tabungan dan konsumsi untuk membeli reksa dana. anda mungkin hanya dapat membeli sejumlah minimal reksa dana, tetapi jika dilakukan secara rutin akan memberi hasil yang mencengangkan. Manfaatkanlah tujuan keuangan anda untuk memberi panduan seberapa besar investasi rutin tersebut. Penghasilan kecil tidak lagi menjadi alasan untuk tidak berinvestasi.

“Berinvestasi rutin”


Strategi Cinta Keenam “Always together in joy and sorrow”

Cinta berarti setia, selalu mendampingi orang yang dicintai dalam suka maupun duka.

***

Jika anda selalu khawatir dengan volatilitas pasar, strategi keenam ini sangat bermanfaat. Tujuan strategi ini adalah membuat nilai investasi reksa dana anda selalu dibawah harga pasar pada suatu periode. Dengan demikian, kemungkinan anda menjual reksa dana dengan untung semakin besar. Yang perlu dilakukan hanyalah investasi dengan jumlah yang konsisten setiap periode. Kemudian biarkan volatilitas pasar membuat nilai investasi anda lebih besar daripada harga pasar.

Dengan strategi ini, anda membeli lebih banyak reksa dana ketika harganya rendah, dan membeli lebih sedikit reksa dana ketika harganya tinggi. Semakin pasar berfluktuasi, strategi ini bekerja semakin baik.

“Biarkan volatilitas bekerja untuk anda”


Strategi Cinta Ketujuh “Let time prove your love”

Tidak ada yang bisa membuktikan cinta selain waktu. Anda mungkin tidak menyadari kedahsyatan cinta sampai anda menemukan bahwa anda telah hidup bersama puluhan tahun…

***

Dalam reksa dana, hasil investasi setiap periode diinvestasikan kembali pada periode berikutnya. Sehingga tidak ada aset yang tersia-sia. Seperti dalam konsep bunga berbunga, waktu menjadi faktor pengali yang dahsyat. Reksa dana adalah investasi jangka panjang, maka lihatlah ke jauh ke masa depan.

Berinvestasi pada reksa dana membutuhkan kesabaran. Anda tidak dapat mengharapkan hasil yang dahsyat hanya dalam waktu satu atau dua tahun. Perlu waktu lebih lama lagi untuk mendapatkan hasil yang optimal. Terapkanlah tujuan keuangan anda dengan disiplin. Memang lama, tetapi lebih mudah. Terapkan tujuan keuangan anda dengan disiplin dan biarkan waktu bekerja untuk anda.

“Biarkan waktu bekerja untuk anda”

Reksa dana memang bukan cara tercepat untuk mencapai tujuan keuangan anda, tetapi penulis yakin inilah cara yang termudah dengan risiko yang terukur. Selamat berinvestasi reksa dana.

(Ivan Indrapermana)

blogger templates | Sefindo Trader